Kamis, 21 Juni 2012 - 23:16:15 WIB
Polisi Ringkus Sindikat Pemalsu STNK Dan BPKB
Diposting oleh : indomediatv
Kategori: news - Dibaca: 625 kali

Itvnews- Sekali tepuk dua pulau terlampaui, itu yang dikatakan Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Suyudi Ario Seto saat anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Metro Tanah Abang berhasil menangkap empat tersangka sindikat pemalsu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) di Jakarta. Kamis (21/6).

Pasalnya, penangkapan anggota sindikat tersebut dilakukan saat keempatnya sedang pesta menggelar shabu-shabu dilokasi pembuatan STNK dan BPKB palsu.

"Mereka ditangkap pada tanggal 6 Juni saat sedang pesta shabu-shabu di kantornya di daerah Pramuka, Jakarta Timur," kata Suyudi kepada wartawan dikantornya.

Dijelaskannya, penangkapan berawal dari adanya laporan kasus pencurian mobil Toyota Avanza, merespon laporan tersebut, anggotanya langsung melakukan penyelidikan dan menemukan kendaraan yang tersebut sedang diperbaiki disebuah bengkel di kawasan Tebet.

"Ada info bahwa mobil tersebut sedang dipebaiki di sebuah bengkel di kawasan Tebet, setelah menunggu akhirnya datang satu orang mengambil mobil itu," ujarnya.

Anggota yang melihat seseorang mengambil mobil dari bengkel langsung melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, mengetahui surat yang ditunjukan palsu, Polisi pun segera mengamankan orang itu, dari pengakuannya, surat kendaraan palsu itu dibikin dikawasan Matraman.

"Setelah mengetahui bahwa surat yang ditunjukan adalah surat kendaraan palsu, anggota langsung bergerak ke tempat pembuatannya, saat dilakukan penggerebekan, mereka lagi pesta narkoba," terang Suyudi.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza, puluhan STNK dan BPKB palsu, seperangkat komputer dan alat cetak pembuat STNK dan BPKB palsu, tiga unit motor, satu paket sabu dan satu bungkus paket.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP dan 114 KUHP, saat ini pelaku masih diamankan di Polsek Tanah Abang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Mereka dikenakan pasal 263 KUHP dan 114 KUHP," pungkasnya.


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)