Senin, 25 Maret 2013 - 12:31:29 WIB
Siapa Partai Paling Korup...????!!!
Diposting oleh : indomediatv
Kategori: news - Dibaca: 357 kali

ITV NEWS - " Siapakah partai paling korup di Indonesia ? ", pertanyaan ini sungguh akan membuat para pengamat politik atau bahkan seluruh rakyat Indionesia mengernyitkan alis seraya berfikir tentang apa jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun tak bisa dipungkiri adanya sebuah pemerintahan akan diikuti oleh fenomena korupsi yang menggerogoti jalannya pemerintahan tersebut.

Dunia politik adalah dunia yang rentan dengan wilayah kekuasaan yang akhirnya akan menjalar keberbagai permasalahan sosial seperti korupsi itu sendiri, medan pertempuran yang merupakan ajang pengunggulan sebuah ideologi berfikir tentang konsep sebuah tatanan hidup berkebangsaan merupakan wilayah yang memang menjadi impian segenap orang yang mempunyai kepentingan tertentu.

Mengatasnamakan kepentingan rakyat, ditambah lagi dengan kompensasi yang begitu besar yang didapat dalam masa kerjanya, serta insentif lain yang membuat siapapun orangnya akan merasa nyaman dengan kondisi tersebut menyebabkan orang berlomba-lomba ingin menjadi wakil rakyat tersebut, dan untuk mencapai itu semua harus melalui bendera partai tertentu. Partai-partai inilah yang menaungi calon-calon wakil rakyat yang akan duduk di parlemen senayan dan bekerja menyuarakan kepentingan rakyat.

Sebuah fenomena yang berbanding terbalik dari konsep bangsa yang ideal bahwa saat sekarang ini partai-partai tersebut seperti menaungi calon-calon koruptor baru yng akan menduduki singgasananya di senayan. Didorong oleh sifat manusiawi yang tak pernah puas dengan apa yang sudah didapatnya, serta dipicu pula oleh kompensasi yang sangat menjanjikan boleh jadi inilah awal malapetaka dari sebuah bangsa yang korup.

Berangkat dari fenomena tersebut lalu bagaimankah kinerja partai-partai politik sebagai wadah pencetak kader bangsa yang harusnya mengayomi kepentingan rakyat, pemandangan ini sungguh jauh dari dugaan. Seperti yang tercatat dalam Lembaga Survey Nasiona ( LSN ), yang juga sedang gencar-gencarnya mengadakan penelitian tentang kinerja partai-partai politik di Indonesia, disitu tertulis bahwa partai -partai yang kini mendominasi pemerintahan di republik ini tak luput dari kader-kader binaannya yang korup, adalah partai Demokrat yang saat ini tercatat di urutan pertama sebagai partai yang korup dengan estimasi 70,4%, diikuti oleh partai golkar diurutan kedua dengan 5,7%, Partai Keadilan Sejahtera dengan 4,4 %, survey ini dilakukan mulai tanggal 26 Februari sampai 15 Maret 2013 dengan sample 1230 di seluruh Indonesia dengan margin of error 2,8%.

Dari catatan LSN tersebut kini masyarakatpun dapat menilai bagaimana kinerja serta kapabilitas dari partai yang bersangkutan, dan bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan partai-partai tersebut akan tergeser oleh partai-partai di second level yang ternyata mendapat dukungan lebih dari rakyat Indonesia untuk mengusung sebuah perubahan. Pertanyaan berikutnya yang akan timbul adalah, apakah dengan fenomena partai korup terdahulu akan juga menghinggapi partai-partai di second level saat partai-partai tersebut berhasil mengambil alih tampuk pimpinan di Indonesia kedepan ?".

Sungguh sebuah pertanyaan yang sulit ditebak, karena bukan tidak mungkin partai-partai di barisan oposisi saat inipun akan berubah menjadi partai menyeramkan bahkan cenderung membahayakan bagi kehidupan rakyat, betapa tidak dengan iming-iming serta kompensasi yang begitu besar bukan tidak mungkin sifat manusiawi itu akan kembali terulang hingga akhirnya rakyat yang harus menanggung bebannya.

Menanggapi hasil survey yang dilakukan LSN tersebut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menolak jika Partai Demokrat disebut sebagai partai paling korup, ia beralasan bahwa hal tersebut hanya dipandang dari satu sisi saja, karena menurut data dari Sekretaris Kabinet selama pemerintahan Presiden Yudhoyono, beliau telah mengeluarkan 176 persetujuan tertulis untuk menyelidiki kasus para pejabat dari berbagai macam sudut pandang dan berbagai macam penyelewengan hukum, dan dari perkembangan persetujuan tertulis tersebut tercatatlah tiga nama partai dengan urutan terbesar dalm kasus yang dialaminya yakni, Partai Golkar, PDIP, dann terakhir Partai Demokrat. Namun tetap saja Partai Demokrat tetap prihatin dengan kader-kadernya yang telah " menyeleweng ".

Dibalik catatan Sekretariat Negara tadi, hal ini membuktikan bahwa pemerintahan Presiden Yudhoyono telah berhasil mendorong program pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat dari kalangan atas sampai bawah sekalipun, Sutan Bathoegana mengungkapkan lebih lanjut.

Lalu untuk pemerintahan periode berikutnya apakah ada jaminan untuk setiap partai menjadi lebih baik, atau bahkan baik diawal untuk kemudian kembali bermuka dua dalam menjalankan sistem pemerintahannya, mudah-mudahan masih ada partai yang dapat mencetak kader-kadernya dengan nilai-nilai perjuangan hidup yang sebenarnya dari rakyat dan untuk rakyat



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)